Monday, 26 March 2012

Bidadari DUNIA

Assalamualaikum..





Jika engkau tidak berusaha menjadi seperti Fatimah, mengapa engkau berharap bisa mendampingi pemuda seperti Ali ? Jika engkau tidak berusaha soleh seperti Rasulullah saw mengapa engkau berharap mendapatkan wanita seperti ‘Aisyah ?



Berharap memang tak salah.
Seorang pencuri sah2 berharap anaknya tak menjadi pencuri.
 Ada salah satu saudara kita yang malas diajak solat berjemaah ke masjid, malas menghadiri majlis ilmu malah menghabiskan waktu dalam hal yang sia2. Bahkan ada juga yang kurang menjaga pergaulannya, merasa bebas berhubungan dengan berlainan jantina. Namun, mereka takkan bernikah kecuali dengan isteri/suami yang soleh/solehah dan pandai dalam deen. Mereka mendambakan suami/isteri yang tidak pernah bergaul bebas dengan berlainan jantina. Mereka menginginkan isteri yang suci bagai bidadari turun dari surga.


Sebagaimana pula wanita2 kita, mereka yang menginginkan suami yang selembut Abu Bakar, yang setegas `Umar al-Khatab, yang sekaya `Uthman al-Affan, atau setangkas `Ali bin Abi Thalib.
Namun peliknya, bagi saudari2 kita tersebut, tidak ada usaha untuk memperbaiki diri contonhya meniru kebijaksanaan Khadijah , kepandaian ‘Aisyah, ketangguhan Fatimah, atau keikhlasan Sumayyah.

Begitu juga dengan saudara kita para ikhwan yang menginginkan isteri sepandai para isteri nabi, sebagus akhlaq muslimah di zaman Rasul, namun dalam dirinya tidak ada usaha untuk lebih soleh, lebih pandai, dan lebih menuju akhirat.

Memang berharap itu tidak salah.
Seorang pencuri sah2 saja berharap anaknya tidak menjadi pencuri,kalau anak dia menjadi ‘ulama misalnya, mampukah anaknya membebaskan bapaknya dari hukuman penjara ??
 Adakah suami yang soleh dan isteri yang solehah boleh menyelamatkan kita dari Neraka jika kita sendiri tidak berusaha menjauhi Neraka ??

At Tahrim : 10
"Allah telah menjadikan isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth sebagai perumpamaan bagi orang2 kafir. Keduanya dibawah pengawasan dua hamba yang soleh di antara hamba2 Kami. Lalu kedua isteri itu khianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya) `masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk` (neraka) "

At Tahrim :11
" Dan Allah menjadikan isteri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang2 yang beriman, ketika ia berkata ` Ya Rabbi, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim "

At Tahrim : 12
"(Dan ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan dalam rahimnya sebagaian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan kitab-kitabNya dan dia termasuk orang-orang yang taat"

(credit: Ummu `Ibaadurrahmaan)